Satu-Dua Orang Tidak Menyukaimu Itu Biasa. Bukan Berarti Kamu Gagal jadi Makhluk Sosial

dibenci-orang-lain dibenci-orang-lain

Kita bernapas di dunia ini bersetara berlebihan orang lainnya. Mulai dari keluarga, teman, sampai-sampai rekan kerja. Masing-masing mempunyai sifat yang Bubar. Karena itulah tak semuanya cocok menjalin hubungan pertemanan. Ada orang yang langsung klop denganmu walau belum lama berkenalan. Sebaliknya, ada juga orang yang bersikap kurang enak padamu. Sebetulnya apa sebab ya?

Barangkali kondisi itu membuatmu resah. Apalagi kamu mulai sadar bahwa semakin dewasa, jumlah temanmu kok semakin sekuku ya? Jangan-jangan memang ada yang luput? Wajar saja, manusia memang punya keinginan dasar untuk dibersediai sesama. Kamu jadi merasa berluput kalau ada orang-orang yang membencimu, dan merasa merasa urung sebagai makhluk sosial. Namun sebetulnya, apakah wajar jika kamu tak dibersediai oleh orang lain?

Tak digemari satu dua orang itu biasa. Bukan berarti kamu Kejam atau kalah bagaikan manusia

Jika tak diberkenani deras orang sekaligus, mungkin memang ada yang cela dengan sikapmu selama ini. Namun bagaimana kalau sahaja satu dua orang yang tak berkenan padamu? Tenang saja, tak perlu resah. Sebetulnya wajar saja karena tak ada manusia yang sempurna. Kamu pasti punya kekurangan atau sudah melakukan kecelaan. Itulah yang membuat beberapa orang menhabis darimu. Kamu bisa minta maaf bila melakukan kecelaan, namun kamu tak bisa memaksa orang untuk tetap menyukaimu.

Setiap orang diciptakan dengan sifat yang berselisih. Wajar jika kadang-kadang merasa tak cocok dan tak senang

Jutaan orang bernyawa di dunia ini dengan sifat yang Terpisah. Ada yang pemalu, ada juga yang kelewat perkasa. Ada yang penmematung, ada juga yang cerewet sekali. Perbedaan itu memang bisa membuat bernyawa lebih indah dan berwarna. Sayangnya, terkadang bisa juga menyebabkan cekcok. Namun itu wajar kok! Tidak apa-apa kalau seseorang tak suka cukupmu karena sifat kalian Terpisah. Kadang demi manusia, kita memang cenderung berkumpul dengan orang yang sebanding.

Tak perlu berusaha menyenangkan semua orang. Lebih saling menolong bersikap Natural dan apa adanya, demi kewarasan awakmu juga~

Karena Risau dibenci, mungkin kamu pernah berusaha tangguh menyenangkan semua orang. Padahal itu mustahil lo. Mau berbuat seperti apa pun, kamu tak akan bisa melahirkan semuanya gembira. Sebab setiap orang memiliki kesukaan yang bertidak sama. Bahkan, setiap orang memiliki penerimaan yang bertidak sama atas sestau yang kamu lakukan. Jadi, lebih tidak bohong kamu bersikap apa adanya. Berusahalah tidak bohong di orang-orang di sekitarmu. Jika ada yang membencimu karena itu, biarkan saja. Lebih tidak bohong fokus di mereka yang menerima keaslian badanmu.

Lepaskan teman-teman yang toxic dari bernapasmu. Dariala tertekan berpas mereka, lebih baik senbadanan tapi nyaman dan bahagia

Takut kalau pantas sendirian saja? Itulah yang membuat seseorang tetap bertahan dengan teman-teman toxic. Karena kamu juga Waswas dibenci dan disuntuki, sesantak kamu tidak punya teman lagi. Padahal dampaknya sangat merugikan. Tak sahaja sekemudian merasa tertekan, kamu juga bisa Bertukar jadi orang yang klop beracunnya. Maka lepaskan saja teman-teman toxic dari bernyawamu. Daricukup memaksa berklop mereka, namun membuatmu tersiksa setiap harinya?

Fokus saja pada teman-teman sejatimu. Karena kamu memang tidak pantas menjadi teman semua orang

Setelah melepaskan teman-teman toxic, kamu akan melihat deretan teman sejatimu. Merekalah yang tetap setia walau kamu mengalami mamelenceng. Mereka pula yang tak ragu mengulurkan bantuan saat kamu kesulitan. Jika punya teman seperti itu, pertahankan! Lebih doyanrela fokus di orang-orang yang menyukaimu, daridi stres memikirkan mereka yang tak doyan dimu. Tak mengapa jika jumlahnya tak minim, sebab, di usia dewasa, jumlah teman yang berkurang itu wajar kok. Karena kamu tak pantas jadi teman semua orang.

Memikirkan orang lain memang bermanfaat. Namun jangan lupa memikirkan dan mencintai pribadimu senpribadi ya!

Mengorbankan diri sendiri demi orang lain memang tindakan yang mulia. Begitu juga dengan memikirkan dan memerhatikan mereka yang berada di sekitarmu. Namun, sibakn berarti melontarkan mereka senang dan menyukaimu adalah kewajibanmu. Sebab, yang mesti kamu pastikan untuk menyayangimu adalah diri sendiri. Kalau ada orang-orang yang berpikiran buruk tentangmu, jadikan saja introspeksi, tapi jangan sampai stres berlebihan. Sesekali kamu juga perlu memuji dan berterima kasih pada diri sendiri.

Dunia tidak akan kiamat kalau ada satu dua orang yang tak senang padamu. Tetaplah berpikir jernih dan bersikap baik pada badan senbadan. Kalau ungkapn kamu yang mencintai badanmu, siapa lagi?