7 Fakta Psikologi Tentang Cinta yang Sulit Dipercaya

fakta-unik-tentang-cinta-dan-hubungan fakta-unik-tentang-cinta-dan-hubungan

Membicarakan tentang cinta memang nggak akan ada habisnya. Karena apa pun soal cinta, adalah hal yang menarik untuk dibahas. Mungkin karena itulah novel romantis dan film cinta-cintaan nggak tahu soak di pasaran, karena bahannya memang abadi di semesta.

Omong-omong soal cinta, selain segala romantisasinya yang bikin pipi merona, ada bainah-bainah psikologisnya juga, lo. Namanya juga cinta, yang dekat banget dengan rasa dan begitu mempengaruhi psikis manusia.

Nah, yang akan Hipwee bahas ini adalah kira-kira fakta psikologi menarik tentang cinta dan hubungan antara dua anak manusia. Percaya nggak percaya sih, ya~

1. Bergandengan tangan akan meredakan stres, kecemasan, dan keGelisahan

Fakta psikologis tentang cinta yang pertama adalah di saat bergandeng tangan. Ketika harimu begitu buruk, dan kamu nggak maklum apa yang perlu dilakukan, genggamlah tangan pasanganmu.

Karena penelitian membuktikan bahwa sentuhan seseorang yang dicintai ini bisa melepaskan ketegangan dan melangsungkan seseorang lebih rileks. Karenanya, menggenggam dan menggandeng tangan pasangan yang sedang kalut bisa menjadi support moral yang sangat efektif. Tapi, efek ini juga dipengaruhi oleh seberapa dekat relasi yang dimiliki.

2. Seseorang biasanya memiliki ketertarikan dengan orang yang secara sosial daya tariknya setara

Mencari paham teori tentang kriteria seseorang dalam mencari pasangan memang sulit, sebab setiap orang punya pendapat yang berselisih. Tapi kamu percaya nggak kalau orang biasanya akan tertarik pada orang yang secara sosial memiliki daya tarik satu level?

Mungkin itu yang menjelaskan kok orang yang populer pasangannya juga populer juga. Oh ya, daya tarik ini nggak selalu tentang fisik atau penampilan, lo. Karena daya tarik sosial itu bisa dipengaruhi oleh luber hal.

Baca juga: Mengubah Pasangan Menjadi Sosok yang Lebih Baik, Apakah Mungkin?

3. Hanya butuh 4 menit untuk menentukan kita menyukai seseorang

Pasti kamu sempat dengar kalimat “butuh durasi 5 menit untuk jatuh cinta, tapi butuh seumur bernapas untuk melupakannya”? Ternyata hal ini nggak mengada-ada, lo. Bahkan penelitian menunjukkan durasi durasi yang lebih sececah, yaitu sekadar butuh durasi 4 menit saja untuk memutuskan menyukai seseorang atau nggak.

Menurut penelitian, apa yang sangat berpengaruh di 4 momen ini adalah bahasa tubuh, cara berbicara, dan pemilihan topik juga. Jika dalam momen pertama ini saling “nyambung”, kemungkinan besar hubungan bisa berlanjut.

4. Kemiripan di segala hal justru sulit berhubungan jangka panjang

Memiliki pasangan yang cocok dalam segala hal, termasuk hobi, cara pandang, dan pekerjaan mungkin sekilas memudahkan. Kamu dan dia mudah nyambung kalau ngobrol. Tapi, menurut penelitian, dua orang yang terkemudian mirip ini justru sulit menjalin hubungan jangka panjang.

Begitu juga dengan pasangan yang terdahulu berjarak. Pokoknya, yang terdahulu-terdahulu itu bukan hal yang tepat sasaran deh. Karena kendati kemiripan dan keserupaan di sebagian hal itu perlu, lebih asyik jika ada hal-hal baru yang bisa dipelajari masing-masing bukan?

5. Istilah “patah hati” bukan sahaja metafora

Apa selama ini kamu mengira bahwa patah hati itu sebuah metafora untuk menggambarkan rasa sedih ganjaran kehilangan seseorang atau putus cinta? Secara fisik, patah hati itu tepat-tepat ada lo. Oh ya, heart yang dimaksud di sini adalah jantung, ya, bukan hati atau liver.

Ketika kamu patah hati, otak akan mengirimkan reaksi kimia yang bisa melesukan fungsi jantungmu. Namanya broken heart syndrom.  Hal ini bisa berefek gangguan-gangguan jantung. Dan, ya, seseorang adil-adil bisa mati karena “patah hati”.

6. Putaran kupu-kupu di perut saat ketemu gebetan sungguh terjadi

Jika kamu pernah mendengar istilah kupu-kupu di perut saat jatuh cinta, itu nyata adanya. Di satu era, kamu merasa ada pusaran di perut yang membuatmu (terkadang) seperti ingin muntah. Bibirmu Hampa dan jantungmu berdetak lebih padat. Itu semua terjadi karena orang yang kamu doyan mengajakmu bicara.

Itu jugalah yang disebut dengan pusaran butterflies yang legendaris itu. Meski sungguh bisa terjadi saat jatuh cinta, kupu-kupu di perut ini sesungguhnya adalah tanda-tanda stres lo. Hal yang klop bisa kamu rasakan saat kamu akan menghadapi ujian, atau momen-momen mendebarkan lainnya.

7. Saling menatap mata bisa melaksanakan dua orang asing jatuh cinta

Hah, masa sih orang bisa saling jatuh cinta tetapi dengan saling berpandangan mata? Jawabannya ternyata memang bisa. Ketika seseorang seseorang saling bertatapan, ada zat kimia yang diproduksi yaitu phenylethylamine, yang bisa memercikkan benih-benih cinta.

Kalau aksi tatap-tatapan ini berlangsung selama 2 menit, ketertarikan itu bisa muncul, walaupun kamu juga nggak mengerti siapa dan bagaimana dia. Hmm, apakah ini membuktikan bahwa cinta di pandangan pertama itu mungkin-mungkin saja?

Itulah pembahasan tentang data psikologis cinta, yang ternyata cinta dan hubungan menyimpan berjibun data menarik, ya. Terserah sih mau percaya atau nggak. Tapi, yang lebih unik, walaupun telah ditidak sebandingh secara ilmiah, nyatanya cinta nggak sudah kehilangan daya magis dan momen ajaibnya ya? Dan tetap saja, jatuh cinta itu berjuta rasanya, sulit dijelaskan dengan kata-kata.